kutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan
Hadits
20/8/2007 | 07 Sya'ban 1428 H | Hits: 16.232
Oleh: Mochamad Bugi
Kirim Print
dakwatuna.com – “Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)
TIDAK ADA YANG BISA MENGALAHKAN KEMAUAN YANG KERAS _MAHATMA GHANDI
jam dunia
Lencana Facebook
Pages


1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

30 Prinsip Human Relations | Dale Carnegie
May 11, 2009 Author: esq69 | Filed under: Personality, Tips & Trik
gambar bush dale carnegieMemantapkan hubungan (Menjadi orang yang lebih ramah)
1. Hindari Kebiasaan Salahi, Omeli, Kritik
2. Berikan Penghargaan yg Jujur dan Tulus
3. Bangun Keinginan / kemauan untuk berhasil dalam diri orang lain
4. Berilah perhatian yg sungguh pada orang lain
5. Senyum
6. Ingatlah bahwa nama seseorang, bagi pemiliknya, merupakan bunyi yang paling merdu dan paling penting dalam segala bahasa
7. Jadilah pendengar yg baik
8. Berbicaralah sesuai dengan minat orang lain
9. Cobalah sejujurnya membuat orang lain merasa dirinya penting
Memperoleh kerjasama (membuat orang lain menerima ide kita)
10. Hindari debat kusir
11. Hormati pendapat orang lain, Hindari mengatakan, ” kamu salah”
12. Jika anda salah akui dengan simpatik
13. Mulai dengan cara yg ramah
14. Mulai dengan hal-hal yg disepakati bersama
15. Ajak orang lain berbicara banyak
16. Buatlah agar usul dan pendapat datang dari orang tersebut
17. Cobalah dengan tulus melihat masalah dari sudut pandang orang lain
18. Bersimpatilah dengan ide-ide dan keinginan orang lain
19. Himbaulah dengan motif yang mulia
20. Dramatisir ide anda
21. Beri tantangan
Menjadi Seorang pemimpin (merubah sikap dan perilaku)
22. Mulailah dengan pujian dan apresiasi yg tulus
23. Tunjukan kesalahan secara tidak langsung
24. Akui kesalahan anda sendiri sebelum mengkritik orang lain
25. Ajukan pertanyaan sebagai ganti perintah langsung
26. Selamatkanlah muka orang lain
27. Pujilah setiap kemajuan betapapun kecilnya
28. Beri reputasi tinggi untuk dicapai
29. Beri dorongan. Buatlah kesalahan mudah diperbaiki
30. Buatlah orang lain senang melakukan apa yg anda usulkan
Deskripsi MAT 531 NILAI AWAL DAN SYARAT BATAS (3 sks)
Perkuliahan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai Persamaan Deferensial Biasa (PDB) dan pengenalan awal Persamaan Diferensial Parsial (PDP). Ruang lingkup perkuliahan meliputi : Metode Aproksimasi untuk menyelesaikan PD Order satu, Deret Faurier, Integral Faurier, Transformasi Faurier, Transformasi Laplace, Persamaan Diferensial Simultan Lanjutan, Persamaan Diferensial Parsial.
Prasyarat : Kalkulus, Aljabar Linear, dan Persamaan Diferensial Biasa
Sumber :
1. Kreyszig, E. (1983). Advanced Engineering Mathematics, New York : John Wiley & Sons
2. Ross, S.L. (1980). Introduction To Ordinary Differential Equation 3rd Edition. New York : John Wiley & Sons
3. Raisinghania, M.D. dan Aggarwal, R.S. (1981) Ordinary And Partial Differential Equations 2nd. New Delhi : S Chand & Company LTD
4. Santosa, Widiarti, Pamuntjak, R.J.(1994). Persamaan Differential Biasa. Jakarta : DKTI, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
5. Zachmanoglou, E.C, Dale, W.Thoe.(1986). Introduction to Partial Differential Equations With Applications. New York : Dover Publications, Inc
Outline MAT 531 NILAI AWAL DAN SYARAT BATAS (3sks)
Minggu ke Pokok /sub pokok Bahasan
1 Metode Aproksimasi untuk menyelesaikan PD O rde Satu: Metode Grafik:Metode Deret Pangkat
2 Metode Aproksimasi terurut ; Metode Numerik : Euleur, Peningkatan Metode Euleur, Metode Runge-Kutta
3 Deret Fourier
4 Deret Fourier
5 Integral Fourier
6 Integral Fourier
7 Transformasi Fourier
8 Responsi dan UTS
9 Transformasi Laplace (TL) : Definisi, Eksistensi, Sifat dasar
10 TL Invers : TL untuk Turunan : TL Untuk Integral
11 Pergeseran Pada Sumbu-s, Pergeseran Pada Sumbu-t, Fungsi Tangga Satuan
12 Pendeferensialan dan Pengintegralan TL : Konvolusi : Fungsi Periodik
13 Persamaan Simultan Lanjutan : KurvaIntegral dan Medan Vektor
14 PDP : Konsep Dasar dan Contoh : Metode Peubah Terpisah : Menggunakan Sturm-Liouville : Transformasi Laplace : Transformasi Fourier
15 Responsi dan UAS
Silabi MAT 531 NILAI AWL DAN SYARAT BATAS (3 sks)
a. Kemampuan yang diharapkan
Mahasiswa dapat
1. memahami Metode Aproksimasi untuk menyelesaikan PD Orde Satu
2. memahami Deret Fourier, Integral Fourier, Transformasi Fourier serta dapat menggunakannya dalam masalah-masalah yang berkaitan
3. memahami Transformasi Laplce serta dapat menggunakannya dalam masalah-masalah yang berkaitan
4. memahami konsep dasar Persamaan Diferensial Parsial
b. Cakupan Isi (Topik dan Subtopik)
1. Metode Aproksimasi untuk menyekesaikan PD Orde Satu : Grafik, Deret Pangkat, Aproksimasi terurut, Numerik (Euleur, Range-Kutta)
2. Transformasi Laplace : Kelinearan, Invers, Fungsi Turunan dan Integral, Pergeseran pada sumbu-s dan pada sumbu-t, konvolusi Fungsi Periodik
3. Deret Fourier, Integral Fourier, dan Transformasi Fourier
4. Persamaan Differensial Parsial : Pengantar, Metode Peubah Terpisah, Menggunakan Sturn-Liouville, Transformasi Laplace dan Fourier
Kegiatan (Belajar Mengajar dan Evaluasi)
1. Pada permulaan kuliah dosen memberikan penjelasan mengenai Pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dibicarakan selama satu semester
2. Setiap pertemuan, sebelum dimulai materi baru dosen memberikan apersepsi mater sebelumnya. Kemudian Dosen mendiskusikan materi baru tersebut dengan mahasiswa dimana mahasiswa telah ditugaskan untuk mempelajari materi tersebut sebelumnya. Setelah diskusi, mahasiswa mengerjakan beberapa soal, dosen berkeliling melihat pekerjaan mahasiswa. Pada akhir pertemuan dosen memberikan tugas berupa soal-soal dan mempelajari materi yang akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya.
3. Untuk beberapa sub pokok bahasan tertentu mahasiswa diberi tugas untuk mempelajarinya dan beberapa mahasiswa mempersentasikannya
4. Setelah mendiskusikan beberapa subpokok bahasan diadakan kuis
5. Pada minggu ke tujuh diadakan responsi dan UTS
6. Pada minggu ke lima belas diadakan responsi dan UAS
7. Untuk penilain akhir digunakan komponen-komponen : Kehadiran, nilai khusus, nilai UTS, dan nilai UAS
d. Prasyarat : Kalkulus, Aljabar linear, dan Persamaan Diperensial Biasa.
e. Rujukan :
1. Kreyszig, E. (1983). Advaced Engineering Mathematics, New York : John Wiley & Sons.
2. Ross, S.L. (1980). Introduction To Ordinary Differensial Equation 3rd Edition. New York : John Wiley & Sons
3. Raishinghani, M.D, dan Aggarwal, R.S. (1981) Ordinary And Partial Differensial Equations 2nd. New Delhi : S Chand & Company LTD
4. Santosa, Widiarti, Pamuntjak, R.J. (1994). Persamaan Diferensial Biasa. Jakarta : DKTI, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
5. Zachmanolgou, E.C, dan Dale, W.Thoe. (1986). Introduction to Partial Differential Equations With Applications. New York : Dover Pubications, Inc
Silabi
a. Kemampuan yang Diharapkan
Mahasiswa dapat :
1. Membuat rumusan masalah program linear
2. Menyelesaikan masalah program linear dengan metode grafik, metode simpleks, dan metode dualitas
3. Memahami pengertian peubah basis dan non basis, peubah pengetat, dan peubah semu
4. Memahami masalah angkutan dan penyelesaian
5. Memahami masalah penguasaan dan penyelesaian
b. Cakupan Isi (Topik dan Sub Topik)
1. Pendahuluan : Masalah Optimasi, dan Perumusan masalah nyata
2. Program Linear dengan Metode Grafik : Daerah layak dan daerah tidak layak, penyelesaian optimum, penyelesaian tak terbatas
3. Program Linear dengan Metode Simpleks : langkah-langkah simpleks, pola maksimum, pola minimum, peubah semu, kejadian yang tidak mempunyai penyelesaian optimum, peubah semu, kejadian yang tidak mempunyai penyelesaian optimum, masalah program linear dengan peubah tak bersyarat.
4. Dualitas : Hubungan dual, Dalil-dalil dualitas, penyelesaian masalah program linear dengan metode dualitas
5. Masalah Angkutan : masalah angkutan setimbang pola minimum dan maksimum, masalah angkutan tak setimbang, masalah penugasan
c. Kegiatan (Belajar-mengajar dan Evaluasi)
1. Kegiatan belajar-mengajara dapat dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Pada setiap selesai subtopik pembahasan mahasiswa diberi tugas, berupa soal yang ada di buku.
2. Selama perkuliahan mahasiswa diberi tugas satu kali untuk mencari permasalahan yang real kemudian dicari solusinya dengan bimbingan dosen
3. Selama perkuliahan diadakan tes subtopik bahasan minimal tiga kali, miniamal satu kali tes pokok bahasan, dan satu kali (jika perlu) tes seluruh pokok bahasan.
d. Prasyarat
B. Susanta (1996). Program Linear, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tengana Akademik
Mokhtar S. Razaraa, CS. (1977). Linear Programming and Network Flows, New York John Wiley and Sons
Frederick S. Hiller, Cs. (1974). Operation Research, San Fransisco : Holden-Day, Inc
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Matematika secara formal diberikan kepada siswa secara berkesinambungan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai kepada perguruan tinggi. Bahan ajar matematika yang diberikan kepada siswa dengan maksud akan memberikan sumbangan terhadap kemampuan siswa,khususnya kemampuan tentang iptek. Salah satu indikator dari siswa telah memahami bahan ajar matematika sekolah adalah prestasi (nilai) matematika yang memuaskan. Fakta menunjukan bahwa prestasi belajar matematika siswa belum memuaskan dan hal ini banyak menjadi perhatian.
Penulis melihat bahwa kebanyakan guru pada umumnya,guru matematika pada khususnya tidak pernah menganalisis dengan tuntas kendala-kendala apa yang dialami siswa sehingga siswa tersebut sukar menerima bahan ajar matematika yang diajarkan. Hal ini karena guru matematika umumnya hanya melaksanakan tugas pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan berharap agar target kurikulum yaitu bahan ajar yang terdapat pada kurikulum selesai diajarkan.
Salah satu faktor penyebab dari prestasi belajar matematika yang rendah adalah karena siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada waktu tes dilaksanakan. Seperti diuraikan diatas bahwa prestasi belajar siswa matematika masih rendah berarti kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang diberikan guru terus berjalan. Pernahkah guru menganalisis kesulitan siswa,sehingga mengetahui letak kesulitan siswa dan dimanakah kesulitan yang dominan dalam menyelesaikan soal matematika.
Berdasarkan wawancara penulis dilapangan,penulis memperhatikan bahwa para siswa smk selalu mengeluh dalam menyelesaikan soal-soal anuitas. Hal-hal yang sulit bagi siswa dalam menyelesaikan soal-soal anuitas antara lain:
1) Penyelesaian soal-soal anuitas tanpa menggunakan tabel anuitas.
2) Bahan ajar yang terdapat di GBPP kurikulum 1994 matematika sangat banyak sedangkan waktu yang tersedia sangat sedikit
3) Siswa sering tidak mampu menyelesaikan soal bilangan yang berpangkat lebih dari 6,Dan sebagainya.
Pengamatan penulis adalah karena siswa hanya diajarkan menggunakan tabel anuitas dalam menghitung soal diatas,dan siswa kurang memahami soal tersebut.
Berdasarkan keseluruhan uraian diatas,penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan judul:”analisis kesulitan siswa dalam mempelajari eksponen pada pokok bahasan anuitas dikelas II SMK YPK Medan T.P 2010/2011”.
B. Identifikasi Masalah
Yang menjad i kesulitan siswa dalam mempelajari eksponen pada pokok bahasan anuitas dikelas II SMK YPK Medan umumnya adalah:
1. Kesulitan yang disebabkan oleh kemampuan dasar yang dimilki siswa berbeda-beda khususnya tentang berhitung dan pemahaman terhadap soal-soal anuitas.
2. Siswa sering tidak mampu menyelesaikan perhitungan eksponen yang lebih besar dari 6.
3. Siswa kebanyakan tidak mampu menyelesaikan anuitas tanpa menggunakan tabel
4. Kesulitan yang disebabkan cara-cara penyelesaian anuitas tersebut tidak seluruhnya dijelaskan oleh guru yang mengajarkan materi tersebut.
C. Pembatasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini adalah: kesulitan siswa SMK kelas II dalam mempelajari eksponen pada pokok bahasan anuitas.
D. Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul penelitian dan pembahasan masalah,rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah yang menjadi kesulitan siswa kelas II SMK YPK Medan T.P 2010/2011 dalam menyelesaikan eksponen pada pokok bahasan anuitas.
2. Apa faktor-faktor penyebab kesulitan siswa kelas II SMK YPK Medan T.P 2010/2011 dalam menyelesaikan eksponen pada pokok bahasan anuitas.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Kesulitan siswa kelas II SMK YPK Medan T.P 2010/2011 dalam menyelesaikan eksponen pada pokok bahasan anuitas.
2. Faktor-faktor penyebab kesulitan siswa kelas II SMK YPK Medan T.P 2010-2011 dalam menyelesaikan eksponen pada pokok bahasan.
F. Manfaat penelitian
1. Bagi sekolah menengah kejuruan khususnya dan sekolah lain umumnya merupakan masukan untuk melakukan perbaikan.
2. Bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) merupakan masukan kepada teman mahasiswa untuk melakukan penelitian lanjutan.
3. Bagi penulis merupakan masukan untuk melakukan peningkatan.
BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Kerangka Teoritis
1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan proses aktif mengarahkan kepada satu tujuan. Kegiatan belajar dapat berlangsung melalui proses pengalaman,penglihatan,mengamati dan memahami akan sesuatu yang dipelajari. Hal ini dapat menunjukan bahwa seseorang telah melakukan kegiatan yang mengakibatkan adanya perubahan positif.
Pandangan orang terhadap pendidikan sangat luas,sehingga pengertian belajar banyak dikatakan orang.
Hilgard (dalam prof.dr.s. nasution m.a 1995) mengatakan ”Proses yang melahirkan atau merubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam laboratorium atau dalam lingkungan ilmiah) yang dibedakan dari perubahan-perubahan oleh faktor-faktor yang tidak termasuk latihan misalnya perubahan karena mabuk atau minum,ganja bukan termasuk belajar”.
Prof.dr Made Sidarta (1997) belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan pengaruh obat atau kecelakaan) dan bisa melaksanakan pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikan pada orang lain.
Didalam dunia pendidikan hal ini perlu diperhatikan para pendidik. Pendidik perlu mengetahui bahwa kesan pertama harus mampu membangkitkan sifat yang positif dan tetap positif. Hal ini sangat penting artinya bagi kemauan dan semngat belajar anak-anak. Seorang dikatakan belajar,apabila padanya terjadi perubahan-perubahan tertentu,misalnya dari tidak dapat mengetik menjadi dapat mengetik..
Ada orang bilang ”buat apa sih belajar banyak-banyak?” dengan jadi petani atau pedagang saja kita sudah dapat hidup”. Orang ini benar,kalau tujuannya hanya bisahidup. Tapi hidup itu tidak cukup dengan hanya hidup,kalau kita berpikir demikian maka derajat kita rendah sekali.
Bagian ini rasanya perlu dikutipkan kata-kata prof. Selamat imam santoso guru besar universitas indonesia yang tidak asing lagi di dunia pendidikan (dalam hasbullah thabrany 1994) ia serig mengatakan ”orang bodoh,sadar tidak sadar,mau tidak mau,selalu tertipu oleh orang pandai”. Hal ini dikatakan sebagai hukum mutlak di muka bumi. Jadi kalau anda tidak mau tertipu,belajarlah.
2. Defenisi Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar merupakan terjemahan dari bahasa inggris (learning disability). Terjemahan ini sebenarnya kurang tepat karena learning artinya belajar dan disability artinya kemampuan,jadi arti yang sebenarnya adalah ketidakmampuan belajar.
Istilah kesulitan ini digunakan karena dianggap atau dirasakan lebih optimis atau pas.
Defenisi kesulitan belajar yang dikemukakan oleh the national join comitte for learning disabilities dan dikutip oleh Hamilet al (1981:226) sebagai berikut:
“kesulitan belajar adalah sekelompok kesulitan yang dimanifestasi dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran seperti kemampuan mendengarkan,kemampuan mencakup membaca,menulis,menalar atau kemampuan dalam bidang studi metematika.
Meskipun suatu kesulitan belajar mungkin terjadi bersamaan dengan kondisi lain yang mengganggu misalnya:gangguan system syaraf,hambatan dalam penglihatan dan pendengaran,gangguan emosional,pengaruh perbedaan budaya,namun semua itu bukan penyebab utama atau pengaruh langsung pada kesulitan belajar.
3. Faktor-faktor kesulitan belajar
Dalam proses belajar yang dialami siswatidak selalu lancer seperti yang diharapkan kadang-kadang mereka mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. Bila diteliti dengan seksama hambatan dalam belajar itu digolongkan demikian:
1) Endogen ,ialah hambatan yang timbul dari diri anak sendiri. Hal ini dapat bersifat:
a. Biologis, ialah hambatan yang bersifat kejasmanian,seperti kesehatan,cacat badan,kurang makan dan sebagainya.
b. Bikologis , ialah hambatan yang bersifat psikis seperti perhatian,minat,bakat,IQ,konsentrasi psikis yang berwujud emosi dan gangguan psikis.
2) Eksogen ialah hambatan yang dapat timbul dari luar diri anak. Seperti orang tua, yang berwujud cara mendidik hubungan orang tua dengan anaknya,suasana rumah keadaan sosial ekonomi dan latar belakang kebudayan.
Beberapa karakteristik kesulitan belajar matematika. Yaitu: (1). Adanya gangguan dalam hubungan keruangan, (2). Abnormalitas persepsi visual, (3). Asosiasi visual motor, (4). Perseverasi, (5). Kesulitan mengenal dan memahami simbol, (6). Gangguan penghayatan tubuh, (7),kesulitan dalam bahasa dan membaca.
Ad. 1. Konsep hubungan keruangan seperti atas-bawah,jauh-dekat,tinggi-rendah,depan-belakang,dan awal-akhir umumnya telah dikuasai anak pada awal mereka belum masuk SD. Tetapi sayangnya anak berkesulitan belajar sering mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan lingkungan sosial yang sering tidak mendukung terselenggaranya suatu situasi yang kondusif bagi terjalinnya komunikasi antara mereka.
Ad. 2. Anak berkesulitan belajar matematika sering mengalami kesulitan untuk melihat berbagai objek dalam hubungannya dengan kelompok atau set. Kesulitan ini merupakan salah satu gejala adanya abnormalitas persepsi visual. Kemampuan berbagai objek dalam kelompok merupakan dasar yang sangat penting yang memungkinkan anak dapat secara tepat mengidentifikasikan jumlah objek dalam suatu kelompok.
Ad. 3. Anak berkesulitan belajar matematika sering tidak dapat menghitung benda—benda secara berurutan sambil menyebutkan bilangannya. Anak-anak semacam ini dapat memberi kesan mereka hanya menghapal bilangan tanpa mengetahui maksudnya.
Ad. 4. Ada anak yang perhatiannya melekat pada suatu objek saja dalam jangka waktu yang relatif sama. Gangguan perhatian seperti ini disebut perseperasi.
Ad. 5. Anak berkesulitan belajar matematika sering mengalami kesulitan dalam mengenal dan menggunakan simbol-simbol matematika. Kesulitan seperti ini dapat disebabkan oleh adanya gangguan memori tetapi dapat juga disebabkan oleh adanya gangguan persepsi Visual motor.
Ad. 6. Anak berkesulitan belajar matematika sering memperlihatkan adanya gangguan penghayatan tubuh. Anak demikian merasa sullit untuk memahami bubungan bagian-bagian dari tubuhnya sendiri.
Ad. 7. Matematika sendiri pada hakekatnya adalah simbolis. Oleh karena itukesulitan dalam bahasa dapat berpengaruh terhadap kemampuan anak di bidang matematika.
Dari penjelasan diatas maka sekurang-kurangnya guru harus melihat tiga aspek pokok yaitu:
1. Komponen-komponen dasar dalam interaktif edukatif.
Interaktif edukatif adalah hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik,baik dalam proses belajar-mengajar maupun diluar proses belajar mengajar.
2. Pengembangan sistem instruksional
Guru harus dapat mengembangkan sistem instruksional dalam proses interaksi yang memegang peranan penting dalam menyangkut masalah ini,implementasi program pelajaran disekolah atau dikelas.
3. Bagaimana guru harus berbuat
Aspek yang lebih penting untuk menyelesaikan kesulitan pembelajaran siswa dalam menyerap matematika adalah sebagai berikut:
a. Penguasaan bahan oleh pendidik
b. Pemberian pretes
c. Menyampaikan bahan pelajaran
d. Pemberian postes
e. Membandingkan hasil belajar
Penulis berkeinginan memperbaiki kesulitan siswa tersebut tidaklah mudah,salah satu kendala guru tidak memiliki secara pasti apakah faktor-faktor kesulitan tersebut dan dimanakah letak kesulitan itu serta apa penyebab kesulitan tersebut.
4. Fungsi Eksponen
a. Mengingat kembali sifat operasi bilangan berpangkat
Apabila sebuah bilangan a dikalikan dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak n kali,hasil perkaliannya a.a.a ... (n kali) dilambangkan dengan simbol yang menunjukan ” pangkat n dari a ” atau ” a pangkat n”.
Contoh:
2.2.2.2.2 = = 32
2.x.x.x =
(-5) = (-5)(-5)(-5) = 125
a.a.a.b.b = a b
(a-b)(a-b)(a-b) = (a-b)
Pada ,bilangan a dinamakan bilangan pokok dan bilangan bulat positif n adalah perpangkatan.
Dengan demikian untuk mengenai bilangan berpangkat,bahwa untuk bilangan bulat positif,bilangan bulat negatif,berpangkat nol berlaku sifat-sifat perpangkatan sebagai berikut:
a. a .a =a
b. (a ) = a
c. = ,jika ≠ 0
d. (ab) = a b
e. ,jika b ≠ 0
f. a = 1,a ≠ 0
g. a = , a ≠ 0
h. ,p,q Є A
Untuk p dan q Є Q (himpunan bilangan rasional), a dan b bilangan riel.
5. Anuitas
a) Pengertian
Untuk melunasi suatu pinjaman dapat dilakukan dengan beberapa cara,misalkan dengan pelunasan sekaligus dengan angsuran yang berbeda atau dengan angsuran yang sama besar. Jika pelunasan pinjaman dilakukan dengan angsuran yang sama besar dan dibayarkan dalam setiap periode yang tetap,maka setiap angsuran itu terdiri atas bagian angsuran sebagai pelunasan pinjaman dan bagian bunga pinjaman.
Angsuran yang sama besar dan dibayarkan dalam setiap periode yang tetap itu disebut Anuitas dan dinotasikan dengan A. Bagian angsuran sebagai pelunasan pinjaman itu disebut ”angsuran” yang dinotasikan dengan a dan bagian bunga dinotasikan dengan b.
b) Rencana pelunasan pinjaman
Contoh 1 :
Sebuah pinjaman sebesar Rp.100.000,00 akan dilunasi dengan 5 anuitas bulanan sebesar Rp.21.850,00 berdasarkan suku bunga 3% perbulan . Buatlah rencana pelunasan pinjaman tersebut.
Jawab :
Rencana pelunasan pinjaman
a. Pinjaman awal bulan kesatu = Rp.100.000,00
Dibayar anuitas kesatu = Rp. 21.850,00
Bunga 3%=b1=0.03x100.000,00 = Rp. 3.000,00 -
Angsuran bulan pertama = Rp. 18.850,00
Sisa pinjaman akhir bulan kesatu:
S1=100.000,00-18.850,00 = Rp. 81.150,00
b. Bulan ke dua
Pinjaman awal bulan kedua = Rp. 81.150,00
Anuitas kedua =Rp.21.850,00
Bunga 3%=b2=0.03x81.150,00 = Rp. 2.434,00-
Angsuran kedua =Rp.19.415.50
Sisa pinjaman akhir bulan kedua:
S2=81.150,00-19.415,50 =Rp.61.734,50
c. Bulan ketiga
Pinjaman awal bulan ketiga =Rp.61.734,50
Dibayarkan anuitas ketiga =Rp.21.850,00
Bunga 3%=b3=0.03x61.734,50 =Rp. 1.852,04-
Angsuran ketiga = Rp.19.997,97
Sisa pinjaman akhir bulan ketiga:
S3= Rp.61.734,50- Rp.19.997,97 = Rp.41.736,53
d. Bulan keempat
Pinjaman awal bulan keempat = Rp.41.736,53
Dibayar anuitas keempat = Rp.21.850,00
Bunga 3%=b4=0.03x Rp.41.736,53 = Rp. 1.252,10
Angsuran keempat = Rp.20.597,90
Sisa pinjaman akhir bulan keempat:
S4= Rp.41.736,53- Rp.20.597,90 = Rp.21.138,63
e. Bulan kelima
Peminjaman awal bulan kelima = Rp.21.138,63
Bunga 3%=b5=0.03x Rp.21.138,63 = Rp. 634,16-
Dibayar anuitas kelima = Rp.21.772,79
Sisa pinjaman akhir bulan kelima = 0 (lunas)
Catatan:
Pada pembayaran anuitas terakhir (A5) tidak dibayar sebesar Rp.21.850,00 melainkan sebesar Rp.21.772,80 yang berasal dari pinjaman awal bulan kelima ditambah dengan bunga kelima. Hal ini dilakukan karena nilai tersebut lebih rendah daripada Anuitas (Rp.21.850,00)
c) Perhitungan anuitas dan pelunasan pinjaman
1. Perhitungan Anuitas
Bilamana sutau pinjaman sebesar M akan dilunasi dengan n kali pembayaran anuitas sebesar A tiap periode,dengan suku bunga majemuk i=p% per perode.
Maka besarnya A dapat dicari
B. Kerangka konseptual
Sesuai dengan judul penelitian ini terdapat beberapa konsep yaitu konsep faktor kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar matematika khususnya pokok bahasan anuitas.
Faktor kesulitan dalam belajar matematika adalah merupakan hambatan dalam kelancaran proses belajar-mengajr yang datang dari dalam diri siswa itu sendiri dan dari luar siswa tersebut.
Konsep prestasi belajar adalah merupakan bukti keberhasilan usaha siswa dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam belajar. Jadi untuk mendapatkan prestasi yang baik tentunya siswa harus dapat mengatasi faktor kesulitan siswa tersebut,dan sebaliknya jika siswa tidak dapat mengatasi kesulitan tersebut di atas kemungkinan siswa mendapat hambatan atau kesulitan dalam mempelajari matematika.
C. Hipotesis
Dalam penelitian ini,hipotesis tidak dirumuskan karena penelitian ini sifatnya hanya mendeskripsikan kesulitan siswa.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian,penelitian ini dilaksanakan di SMK Bisnis dan Manajemen YPK Medan,sedangkan waktu penelitian diperkirakan bulan agustus/september tahun pelajaran 2010/2011.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Pada penelitian ini jumlah populasi adalah seluruh siswa SMK YPK Medan Kelas II,sebanyak 6 kelas dan terdiri dari sebanyak 300 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipandang dapat mewakili populasi untuk dijadikan sumber data informasi dalam suatu penelitian. Berdasarkan pendapat suharsimi arikunto (1993-107) yang menyebutkan bahwa:”jika subjek lebih dari 100 orang maka diambil sampel antara 10-15% atau 20-25%”.
Sesuai dengan keterangan diatas maka sampel penelitian ini diambil sebesar 20% dari jumlah seluruh siswa maka jumlah sampel sebanyak 60 orang pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak.
C. Variabel Penelitian
Variabel penelitian bertujuan untuk memudahkan pengambilan data yang diperlukan dalam penelitian ini. Yang menjadi variabel penelitian ini adalah:
1. Kesulitan siswa dalam mempelajari eksponen pada pokok bahasan anuitas.
2. Faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari eksponen pada pokok bahasan anuitas.
D. Instrumen Penelitian
Untuk lebih memperjelas mengenai data maka perlu ditentukan instrumen penelitian. Penulis menggunakan instrumen penelitian,yaitu:
1. Tes
Tes ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal-soal anuitas. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk essay tes. Tes diambil dari bank soal dan kumpulan soal-soal.
Adapun kriteria penilaian tes adalah:
Untuk soal yang mudah apabila menjawab benar diberi skor 3 dan yang menjawab salah diberi skor 1.
Untuk soal yang sedang,bila menjawab benar diberi skor 5 dan yang menjawab salah diberi skor 1.
Untuk soal yang sukar,bila menjawab benar diberi skor 8 dan yang menjawab salah diberi skor 1
Siswa yang tidak mengerjakan diberi skor 0.
2. Angket
Angket bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal anuitas.
Jenis skala pengukuran yang digunakan dalam angket ini adalah skala penilaian atau Rating Scale. Yang penting bagi penyusun instrumen dengan rating scale adalah harus dapat mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen.
Kriteria penilaian yang digunakan dalam angket ini adalah:
Yang memilih option A diberi skor 4
Yang memilih option B diberi skor 3
Yang memilih option C diberi skor 2
Yang memilih option D diberi skor 1
BAB 1
KISI-KISI URAIAN TES
No. Pokok Bahasan/sub Keterangan menurut Pb/SPb
pokok bahasan Jumlah C1 Jumlah C2 Jumlah C3 Jumlah
5. Anuitas 2 10 1 19 1
5.1 Pengertian
5.2 Rencana Pelunasan
Pinjaman
5.3 Perhitungan anuitas 10 8,7,11 7 3
dan pelunasan 4,1,6 5,3,2
pinjaman 9
5.4 Pembulatan 7 12,1 4 13,15 3
Anuitas 17,2 16
5.5 Anuitas dalam 1 20
Pinjaman Obligasi
E. Teknik Analisis Data
Analisis yang dilakukan dengan cara deskriptif,yaitu menggambarkan suatu keadaan dengan persentase.
Untuk menentukan persentase kesulitan yang dihadapi siswa digunakan rumus:
P = × 100 %
Untuk menentukan persentase dari kesulitan belajar siswa digunakan rumus:
P = × 100%
Keterangan:
P = Persentase option yang dijawab responden
F = Frekuensi responden yang menjawab option
N = Siswa yang dijadikan sampel
Sebuah catatan
BOLEH KELUAR DARI KAMMI...
Ana mulai dengan Basmalah^_^
Orang penting dalam hidup ana pernah bilang “Yang paling pokok dalam dakwah itu adalah faham,kalau kader sudah faham dengan dakwah maka dia akan belajar tentang keikhlasan,faham dan keikhlasan ini akan melahirkan amal.” Jadi,tanpa faham maka tidak akan ikhlas jika tidak keduanya maka tidak akan ada amal.
Saat ketua Kaderisasi menanyakan tentang kefahaman ini,maka ana mengiyakan. Padahal ana sendiri belum tahu seperti apa pemahaman ana tentang dakwah. Mungkin dalam arti yang kita setujui bersama,dakwah adalah amar makruf nahi munkar;mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Hmmm.. Begitu sederhana memeng. Tapi bagaimana aplikasinya? Ana akan membebaskan antum semua untuk menjawabnya. Silahkan...
Antum semua Islam! Seberapapun keislaman yang antum miliki,yang jelas antum Islam,titik. Orang Islam itu mengakui Tuhannya Allah dan sadar bahwa siapapun namanya,siapapun neneknya,dia tetap hamba Allah. Kita bahas tentang penciptaan manusia:Dalam surah Al Baqarah Allah mengatakan; “Aku hendak menciptakan khalifah di bumi.” Ini Allah katakan kepada malaikat. Khalifah bermakna wakil. Jadi manusia menjadi wakil Allah di bumi. Artinya,yang paling bertanggung jawab terhadap bumi itu adalah manusia. Sebagai hamba Allah yang mewakili-Nya di bumi,maka manusia harus mengadakan perbaikan di bumi,termasuk kita. Manusia kan?
Mungkin kita tidak perlu memikirkan siapa yang akan mengenalkan Islam kepada orang-orang yang tinggal di sudut negara Jepang sana. Atau mendakwahkan Islam ke negara-negara lainnya. Antum juga tidak harus tinggal sekian tahun di pulau terpencil untuk berdakwah pada penduduk primitif disana,yang notabene dengan Bismillah pun mereka asing,
Tidak,, dakwah tidak sejauh itu menuntut antum semua. KAMMI tidak akan mentransfer antum ke Karo atau daerah lainnya. Allah telah memberikan peran khusus untuk kita,yang dengan ijinnya kita mampu melakukan semua ini. Yaitu mengenalkan Islam kepada setiap mahasiswa kampus. Semampu kita! Satu dua orang teman mungkin msih bisa antum handle dan perhatikan keislamannya. Dan untuk mengajak lebih banyak orang dan memperbaiki keislaman lebih banyak manusia lagi itu takan terwujud bila bekerja sendiri. Makanya KAMMI hadir sebagai wajihah dakwah yang akan mengantarkan kita ke Jannah-Nya kelak. Amin. Kita harus optimis masuk syurga,kalu nggak ngapain agama kita Islam kalu nggak masuk Syurga juga? Wallahu alam.
Ana tidak akan bertanya “Mengapa antum mencintai KAMMI?’ Rasa cinta itu biarlah antum simpan sendiri. Ana hanya pengen tahu kenpa antum semua masuk KAMMI? Dan buat apa antum berada di KAMMI? Antum tahu apa itu KAMMI? KAMMI itu milik siapa? Dan seberapa penting sih KAMMI itu?
Mungkin... diantara antum semua ada yang sudah tarbiyah sebelum kuliah,sudah mengenal KAMMI lewat rekomendasi Abangan atau kakaknya atau siapa. Mungkin... diantara antum ada yang masuk KAMMI karena kebetulan kenal dengan pengurus KAMMI,satu kos atau tetanggaan dengan anak KAMMI. Bisa jadi antum masuk karena ada seseorang yang antum segani dan kagumi jadi pengurus KAMMI. Atau ada yang tertarik dengan KAMMI karena orang-orang di dalamnya berjenggot dan berjilbab besar? Atau pengen dipanggil ^ikwah^ atau ^akhwat^? Atau... karena antum naksir salah seorang pengurus KAMMI? (ana rasa alasan terakhir ini tidak berlaku,ya?)
Apapun alasan antum alasan berada di KAMMI ini,yang jelas antum sudah disini,b ergabung dalam Keluarga Besar KAMMI UMSU yang bergerak untuk sebuah perbaikan! Untuk sebuah perubahan. Jika analoginya sebuah kapal,kita punya nakhoda yaitu ketua umum kita Hadi Ritono. Dengan bersamanya ana harap agenda dakwah ini tertuntaskan.
Masih bicara dakwah,dakwah yang diterangkan Muhammad Ilyas,Lc (semoga Allah memanjangkan umurnya) adalah ketika kita menginginkan kebaikan untuk orang lain. Maka jika antum sudah memikirkan orang lain,maka antum sudah memiliki jiwa dakwah. Antum mengerti apa itu kebaikan? Antum sudah mendapatkannya? Jika sudah,tolong pikirkan bagaimana caranya orang lain juga mendapatkannya. Itulah dakwah. Kebaikan dan kebahagiaan yang telah kita raih dan dapat bagaimana yang lainpun merasakannya. Kalau antum merasa tidak yakin untuk berdakwah kepada orang lain atau kepada teman-teman antum... pikirkan lagi yang antum rasakan di jalan dakwah ini. Jika antum sudah merasa nyaman dan menikmati jalan yang dipilihkan Allah ini,maka akan sangat egois jika tidak mengajak yang lain. Syurga itu luas guys.. lagian apa antum mau masuk syurga sendirian??
Atau sebenaranya antum belum menemukan kebahagiaan di jalan dakwah ini? Jika antum memaknai salah satu hadist, Rasullullah menyampaikan “ Dan seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan sebab engkau maka itu lebih baik bagimu daripada yang dijangkau matahari sejak terbit hingga terbenam.”_Bukhari-Muslim. Setelah baca ini nggak ada alasan lagi tidak bahagia disini. Coba engkau bayangkan kawan? Jika satu hari saja Allah menahan Matahari untuk tidak muncul,bumi akan gelap dan kerugiannya pasti lebih dari sekedar gelap. Antum lebih faham akan hal itu. Dan dakwah antum dihargai Allah lebih dari peran sebuah Matahari. Itu baru satu orang yang antum dakwahi,bagaimana jika satu kampus?? Bayangkan saja.
Untuk selanjutnya,Bisakah antum renungkan bagaimana orang besar itu menjadi besar?
Rasulullah Muhammad. Coba bayangkan seandainya Seorang Nabi Muhammad menolak tugas yang diberikan Allah padanya,Niscaya Islam itu tidak akan kita dapati. Dan Nama Muhammad akan ditelan waktu begitu saja. Bisa juga manusia sekaliber Umar Ibnu Khatab memilih untuk tidak berdakwah,tentu dia tidak perlu berjuang dengan segala resikonya. Umar juga tidak perlu meninggalkan kejahiliyahan-kejahiliyahn yang ada padanya. Bisa saja.Mungkin ini juga masalah ^hidayah^. Allah memilih siapa-siapa saja yang Dia kehendaki untuk mendapat hidayah. Sehingga Umar Ibnu Khatab sangat yakin dengan jalan Islam yang dipilihnya. Ingat kata-kata Umar tentang Dakwah? Yaitu ” Jika dakwah ini hanya akan diusung oleh satu orang saja. Maka akulah orangnya!” takbir!!
Sekarang,kita bicarakan judul Tulisan ini.*-*
^Boleh Keluar Dari KAMMI...^ Ana bilang begini bukan karena ana yang paling bertanggung jawab di KAMMI ini. Ana pun kalau ditanya nggak tahu siapa yang paling bertanggung jawab di KAMMI UMSU. Hadi Ritono? Bisa,jika ana diminta mengiyakan. Hanya saja secara fitrah setiap kita bertanggung jawab terhadap atas dakwah ini. Setiap kita adalah khalifah yang merupakan wakil Allah untuk perbaikan bumi.
Kita,yang ada disini,pada awalnya adalah mahasiswa-mahasiswa biasa yang pikiran kita pasti ada keluarga,kuliah,keuangan,makan dan banyak lainnya. mungkin perlu dipertanyakan lagi tujuan masing-masing kita masuk di KAMMI. Jika dalam keadaan mencari sesuatu dan setelah lama di KAMMI tidak menemukannya,jangan lantas membuat kita mau keluar dari KAMMI,atau tak biasa dengan amanah dakwah yang begitu banyak dan berat? Ingat yang besar-besar itu hanya bisa dipikul oleh yang besar. Dan kebesaran itu diukur seberapa bermanfaatkah kita untuk orang lain. Jadi orang besar dulu atau mengangkat yang besar dulu baru jadi orang besar?
Ana sudah bertanya kepada beberapa orang, yang mana yang harus didahulukan; memperbaiki diri atau berkontribusi di dakwah? Sedangkan manusia itu tidak diciptakan dengan dua hati. Ada yang bilang memperbaiki diri dulu. Kalau kita memperbaiki diri dulu dan menunggu sampai kita benar-benar ^baik^ Baru nanti setelah itu memposisikan diri di dakwah. Sampai kapan? Sementara itu agenda dakwah terus berjalan. Ana saja yang rasanya belum berbuat apa-apa sudah mau semester VII,hanya punya waktu setahun lagi. Masya Allah. Kesempatan berdakwah ini akan hilang dan berganti dengan kesempatan-kesempatan dakwah yang lain di waktu yang lain juga. Padahal ana menyukai wajah-wajah cerah mahasiswa yang begitu Ghiroh di KAMMI. Tapi jangan lupa memperhatikan keislaman diri sendiri. Malu rasanya kalau jadi aktivis dakwah yang dangkal ilmunya tentang Islam. Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia,tapi jarang berpikir mengubah diori sendiri.
Ok! Selanjutnya bagaimana? Kita memperbaiki diri juga dan dakwah jalan terus;tarbiyah dan KAMMI sejalan.
Dan untuk siapa saja yang pernah berpikir untuk keluar dari KAMMI,khususnya yang pernah mengucapkan keinginan tersebut,jawabannya BOLEH. Silahkan saja! Tapi antum harus menjadi anggota KAMMI dulu,baru boleh keluar. Secara administrasi atau struktural memang begitu mudah masuk organisasi KAMMI,bahkan yang tak maupun ditarik agar masuk KAMMI,ya? Begitulah proses perekrutan di KAMMI UMSU,hal ini dilakukan karena begitu semangatnya berdakwah dan mengajak mahasiswa-mahasiswa untuk masuk di KAMMI. Padahal setelah berada di KAMMI orang-orang intelektual yang sudah DM1 belum tentu bisa dikembangkan dengan optimal. Ingat visi & misi KAMMI kan? Kembali ditanyakan lagi,siapa yang paling bertanggung jawab untuk itu? Kaderisasi mungkin,ana akan mengiyakan. Dan sebagai perwakilan kaderisasi ana minta ma’af atas kebelumprofesionalannya kaderisasi. Afwan minkum.
Namun satu hal yang ana tahu,yang paling bertanggung jawab terhadap pengembangan diri antum itu ya antum sendiri. Contohnya Mahatma Ghandi; kalau dia tidak ingin berkembang,dia tidak perlu kuliah jauh-jauh ke Eropa. Apalagi sampai meninggalkan India dan jelas-jelas ibu yang sangat dia sayangi tidak mengijinkan dia pergi,tapi karena Mahatma Ghandi tidak mau jadi orang yang biasa-biasa saja maka Mahatma Ghandi tetap GO! Dengan mengantongi satu syarat dari ibunya;yaitu berjanji tidak akan makan daging seumur hidupnya. Kalau untuk tidak makan dagingnya nggak usah ditiru ya,tapi bagaimana Mahatma Ghandi begitu bersemangat mengembangkan dirinya. Salah satu kutipan kata-katanya yang paling terkenal adalah _Tidak Ada Yang Bisa Mengalahkan Kemauan Yang Keras_ Subhanallah
Menjadi anggota KAMMI yang sebenar-benarnya adalah setelah setiap kita telah memenuhi IJDK (Indeks Jati Diri Kader),inilah yang kita abaikan. Padahal sejak komisariat KAMMI UMSU terbentuk tahun 2000 di Manhaj kaderisasi sudah ada standarisasikualitas yang harus dimiliki kader. Tapi kita terbiasa dengan hal yang biasa-biasa saja. Sehingga menjadi kebiasaan*. Jadi, yang mau keluar penuhi IJDK dulu. Yang merasa lulusan DM1 Penuhi IJDK AB1,Yang merasa lulusan DM2 tengok-tengoklah IJDK AB2. Setelah antum merasa benar-benar menjadi anggota,Insya Allah mengurus surat pengunduran diri dari anggota KAMMI disegerakan.
Ana karena belum memenuhi IJDKnya makanya belum keluar-keluar dari KAMMI.
OK! Cukup sampai disini. Ana tidak mau banyak bicara, hanya kebetulan bicara banyak!
Hamdalah n jzk! (Saat_hujan Mei 2010)
<<>> Mathemata89@yahoo.com <<>>
<<>> http://s-melon.blogspot.com <<>>
Lencana Facebook
Cinderella On The Blog
UNIC HANYA TUHAN YANG TAHU
Mengenai Saya
Pengikut
My Mother In Pulau Mungkur, Iam in Medan... Hiks
JAPAN With Love
pacu jalur
|
Check Page Rank of your Web site pages instantly: |
|
This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service |
KAMMI
U ALL ARE MY BEST FRIENDS
Introduction
http://andromeda.blogspot.com
-
बिग्रफी तोकोह-तोकोह ISLAM15 tahun yang lalu
MY CALENDAR
Wp Theme by template blogger | Blogger Template by faris vio
Filed Under : by S-MELON
Minggu, 18 Juli 2010


